Pages

Daily GRAM

30.5.13

South Korea Trip Part 5 - Day 4: Jeju-do-Yongduam Rock and Back to Seoul-Myeongdong...

 Berhubung untuk perjalanan ke Jeju, saya belinya tiket promo, jadi untuk jam pergi dan pulangnya memang agak-agak nanggung. Kami harus kembali ke Seoul pada pukul 12 siang, sehingga waktunya tidak cukup untuk kami menjelajah Jeju di hari terakhir. Tadinya, kami hendak mengambil tour selama 2 hari, di mana di hari kedua perjalanan di mulai jam 4 pagi, namun karena prakiraaan cuaca yang meramalkan bahwa hari itu akan hujan, sedang kami hendak melihat matahari terbit, maka tour hari keduapun dibatalkan, karena kalau sepagi itu, belum ada objek wisata lain yang sudah buka.

Jadilah kami bangun di pagi hari, dan berjalan kaki menuju Yongduam Rock yang hanya sekitar 15-20 menit berjalan kaki dari Sum Guesthouse. Tidak hanya malam hari, pagi haripun juga cukup sepi di Jeju ini. Sekitar jam 7 pagi, yang banyak kami lihat adalah anak-anak yang hendak ke sekolah. Anak-anak Korea ini kulitnya sangat putih yah, dan beberapa walau sudah beranjak remaja pipinya masih pink merona *gemes*.

Gambar di bawah adalah random things yang terdapat di sepanjang jalan menuju Yongduam Rocks.



Yongduam Rocks adalah bebatuan di pinggir laut yang berbentuk seperti kepala naga. Sesungguhnya bentuk ini diperoleh dari kikisan air dan angin selama ribuan tahun, namun seperti biasa, ada juga beberapa cerita legenda tentang si naga ini. 


Dari sana, kamipun kembali ke guesthouse, sarapan, mandi dan naik bus ke airport. Kami dengan pede mengambil bus yang sama ketika kami tiba di Jeju, logikanya rutenya juga akan melewati airport pikir saya, sampai seorang ahjussi memberitahu teman saya bahwa bus tersebut tidak stop di airport, yang berhenti adalah bus dengan nomor sama namun rute sebaliknya. Mungkin karena melihat kami yang membawa koper-koper besar, dia tahu kami hendak ke airport. Untungnya ada dua orang Korea yang juga hendak ke airport, sehingga kami turun dan mengikuti mereka naik bus yang menuju airport. Rupanya dua gadis tersebut  dari Seoul dan sedang backpacking ke Jeju, dan akhirnya kami tiba dengan selamat di airport.

Tiba di Gimpo Airport, kami langsung mengambil baggage, dan sopir taksi yang kami pesan dari penginapan kami selanjutnya yaitu Namsan Guesthouse sudah menunggu di depan. Kali ini harga taksi yang dibayar dari Gimpo Airport ke daerah Namsan/Myeongdong tempat kami menginap adalah KRW 35,000. Saat itu sekitar jam 2 atau 3 siang, namun di beberapa titik jalanannya macet, tapi tetap tidak separah Ibukota kita tercinta. Dibandingkan dengan dua guesthouse/hostel yang kami tinggali sebelumnya, Namsan Guesthouse ini lebih tua, dan kamar yang kami ambil (Namsan VIP 2) letaknya di lantai 3, lantai bawahnya sepertinya properti orang lain. Untungnya pergi bersama teman-teman pria adalah, tidak perlu repot-repot membawa koper sendiri yang berat berlantai-lantai *ngikik*.

Lokasi Namsan Guesthouse ini sangat dekat dengan Myeongdong (5 minutes walking), yaitu salah satu pusat perbelanjaan paling populer dan ramai di Seoul. Myeongdong is a heaven for Korean Cosmetic Products' lovers. Di sekeliling Myeongdong sangat banyak toko kosmetik asal Korea Selatan seperti Faceshop, Etude, Nature Republic, Tony Moly, Holika-Holika dan sebagainya yang sangat banyak itu. Tak hanya 1 toko, hampir setiap brand memilikki beberapa toko bahkan di area yang sama, yang kalau dibilang 1 menit jalan bisa ada 2 Faceshop. Dari Jakarta, kami sudah mengemban tugas dari teman dan keluarga masing-masing untuk mencari titipan mereka di toko-toko tersebut yang memang harganya jauh lebih murah. Fact: kuteks Faceshop harganya seperempat dari harga di Faceshop Jakarta. The next time I get back to Seoul, I better bring more money, and buy lotsa cosmetics and start to do business back home, hah!


Selain kosmetik juga ada toko-toko lain, seperti pakaian: Uniqlo, Giordano, SPAO (penyuka Super Junior dan artis SM Entertainment lainnya wajib mampir), H&M, dan lain-lain. Selain toko, juga banyak stall-stall di jalan yang menjual mulai dari kaos kaki, casing HP (yang kebanyakan menjual casing IPhone dan Samsung Galaxy), street food vendors, dan juga restoran-restoran. Dan karena itulah, selama sisa waktu kami di Seoul, setiap hari kami mampir ke Myeongdong.

Karena sudah sore dan belum makan siang, cacing perutpun minta diberi makan, dan setelah berputar-putar tidak tahu mau makan apa, kami memutuskan untuk makan di Yoogane. Yoogane merupakan restoran teppan, jadi di setiap meja ada kompor dan panci teppan-nya, dan nantinya pelayannya akan memasakkan pesanan kita. Masing-masing dari kami memesan menu nasi goreng yang berbeda-beda, ada yang ayam, beef, seafood, namun ternyata di sini, sistemnya adalah, pesanannya semua dimasak jadi 1. Kami yang awam inipun sempat bingung kenapa semua dicampur dan dimasak jadi satu. Yah sudahlah, nasi sudah menjadi nasi goreng campur, yang tetap nikmat untungnya. Harga per porsi bervariasi, sekitar KRW 5,500-6,500. Dan rupanya setelah pulang ke Jakarta, saya baru tahu bahwa di sini juga ada Yoogane.


Setelah makan, mengunjungi toko-toko, kamipun kembali ingin makan, maklum dalam masa pertumbuhan (ke samping dan depan). Karena belum terlalu lapar, kami memutuskan untuk ngemil saja, dan mampirlah kami ke Lotteria.


Saya memesan Cheese Stick dan Seasoned French Fries (Shake Fries), saya lupa harganya, mungkin sekitar KRW 2,000 masing-masingnya. Cheese Sticknya cukup mini dengan keju mozarella di dalamnya, untuk French Friesnya saya memilih bumbu sour cream and onion. Tahu apa yang kurang? Sambel! Sayangnya sambel teman saya harus ditinggal di Bandara Soekarno Hatta, karena dia taruh di handbag bukan di baggage. Di sini setelah makan, traynya harus kita kembalikan sendiri, dan sampahnya pun kita buang sendiri ke tempat yang sudah disediakan.

Setelah (belum) puas menjelajahi Myeongdong, karena sudah cukup malam dan hendak ke tempat lain, kami kembali ke guesthouse untuk menaruh belanjaan, dan menuju ke Namdaemun Market (pasar tradisional terbesar) yang letaknya 1 subway station dari Myeongdong. Namun pada akhirnya, kami memilih berjalan kaki ke sana, bermodal google map, dan memang hanya memakan sekitar 10-15 menit untuk mencapai Namdaemun Market.

Sekitar jam setengah 9 malam, banyak toko yang sudah tutup, namun tidak sedikit juga toko yang masih buka. Namdaemun Market merupakan tempat yang pas untuk belanja oleh-oleh khas Korea, mulai dari peralatan makan, sampai snack, dengan harga yang bisa ditawar. Namun ada beberapa barang yang lebih murah di tempat lain juga. 


Di satu sisi Namdaemun Market ini, kalau menemukan pintu plastik seperti gambar di bawah, berarti kamu berhasil menemukan salah satu food alley terkenal di Seoul, yaitu Kalguksu (knife cut noodles) Alley. 


Di dalam Kalguksu Alley yang tidak terlalu besar ini terdapat beberapa penjual kalguksu. Karena semua menjual makanan yang sama, kami memilih saja yang paling banyak pengunjung. Di beberapa stand kalguksu ini, mereka memasang neon board, dan ketika saya lihat isinya adalah gambar-gambar si ahjumma penjual dan artis yang datang berkunjung dalam sebuah  acara TV.

Dengan campuran bahasa Korea, Mandarin, Tarzan, juga bahasa tubuh, kami berkomunikasi dengan si ahjumma penjual Kalguksu. Kalau kami lewat di beberapa toko, atau seperti contohnya di tempat makan ini, seperti otomatis SPG atau penjual pasti mengajak berkomunikasi dengan bahasa Mandarin yang otomatis juga membuat saya bengong. Rupanya banyak juga orang-orang di sini yang mahir berbahasa Mandarin. Kadang mereka juga tidak tahu bahwa di Indonesia juga ada orang-orang keturunan Tionghoa, karena mereka seringkali kaget kalau kami bilang berasal dari Indonesia. Dari percakapan malam itu juga, si ahjumma nampaknya cukup kagum bahwa di Indonesia sudah mengenal teknologi internet (memang kita dari pedalaman mana coba), karena ketika dia bertanya, kok bisa tahu tempat itu, saya bilang tahu dari internet. 


Sebelum kalguksu kami tersaji, kami ditawarkan beberapa makanan yang sebenarnya kami tidak tahu apa, jadi hanya ngangguk-ngangguk dan geleng-geleng. Hasil ngangguk-ngangguk kami adalah sepiring nasi yang seperti ketan, dengan kacang hitam di dalamnya, dan rumput laut. Rasanya enak juga, tapi ketika kalguksu saya datang, saya pikir gawat juga, nasinya saja sudah bikin cukup kenyang, dan porsi kalguksunya cukup besar. Kalguksu seharga KRW 5,000 ini bentuknya seperti kwetiaw namun sedikit lebih tebal, kuahnya clear, dan di atasnya ada potongan-potongan yang saya tidak tahu apa tapi seperti tahu rasanya. Biasanya kaldu kalguksu ini terbuat dari ikan, rumput laut, juga kerang, namun ada juga yang dari kaldu ayam. Rasanya lumayan enak dan segar, walau tetap saya lebih suka Mie Alok (perbandingan yang agak jauh memang). Sungguh saya kekenyangan makan ini. Tapi saya sangat menyukai pengalaman makan di tempat seperti ini, berkomunikasi dengan bahasa campur aduk. Malam itu kami merupakan pelanggan terakhir, di mana semua stand lain sudah tutup, bahkan kedua ahjumma sudah beres-beres namun dengan sabar masih menunggu dengan senyum, bahkan memberikan teh untuk kami yang katanya baik untuk mata (mungkin karena dia melihat 3 dari kami berkacamata).

Seusai makan kalguksu, kami masih sempat berkunjung ke beberapa toko di Namdaemun Market sebelum kami kembali ke guesthouse dan beristirahat.

-------
KRW 1 ± IDR 9



SOUTH KOREA TRIP SERIES
[2013]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pieces of My Blog

review (333) food (322) seafood (99) Central Jakarta (87) chicken (80) rice (79) pork (76) noodle (67) South Jakarta (64) travel (64) beef (62) indonesian cuisine (62) japanese cuisine (62) West Jakarta (58) desserts (55) dessert (52) italian cuisine (51) cake (48) chinese cuisine (47) pasta (47) daily (43) Grand Indonesia (32) soup (32) american cuisine (30) North Jakarta (27) ice cream (27) korean cuisine (27) family (26) chit chat (25) PIK (21) salad (21) miscellaneous (20) thoughts (20) Central Park (19) burger (19) pizza (19) dim sum (18) steak (18) japan (17) friends (16) South Korea (15) japan trip (15) kway teow (15) Plaza Indonesia (14) backpacker jepang (14) biaya ke jepang (14) duck (14) jalan-jalan jepang (14) jepang (14) persiapan ke jepang (13) sushi (13) thai cuisine (13) indian cuisine (12) singapore cuisine (12) french cuisine (11) hotel (11) yogyakarta (11) Pacific Place (10) singapore (10) ramen (9) senopati (9) Seoul (8) all you can eat (8) chocolate (8) coffee shop (8) doodling (8) fine dining (8) kopitiam (8) tex-mex cuisine (8) Gandaria City (7) Puri Indah (7) Serpong (7) event (7) fashion (7) milk tea (7) Mal Puri Indah (6) Taman Anggrek (6) brunch (6) pastry (6) scbd (6) tea (6) thamrin (6) Hong Kong (5) Taman Ratu (5) backpacker korea (5) lamb (5) looklet (5) malaysia (5) mocktail (5) osaka (5) sashimi (5) thailand (5) tokyo (5) travel korea (5) Kota Kasablanka (4) coffee (4) dutch cuisine (4) gapyeong (4) itinerary korea (4) kyoto (4) malaysian cuisine (4) meatball (4) mexican cuisine (4) phuket (4) sandwich (4) snack (4) vegetarian (4) Alam Sutera (3) Citywalk Sudirman (3) Jeju (3) Lotte Shopping Avenue (3) Mangga Besar (3) Muara Karang (3) Plaza Senayan (3) Senayan City (3) Setiabudi One (3) biaya korea (3) bsd (3) buffet (3) cocktail (3) curhat colongan (3) curry (3) fast food (3) jalan-jalan korea (3) menteng (3) mobile apps (3) peranakan cuisine (3) porridge (3) prayers (3) spanish cuisine (3) sudirman (3) theme park (3) Gatot Subroto (2) Panglima Polim (2) Sabang (2) Taiwanese Cuisine (2) bsd city (2) busan (2) delivery (2) disneyland (2) feed (2) foie gras (2) fruit (2) german cuisine (2) green ville (2) idol (2) ismaya (2) jalan panjang (2) karawaci (2) martabak (2) mood (2) mushroom (2) music (2) petite france (2) photoraphy (2) ramadhan (2) rooftop (2) satay (2) shabu-shabu (2) sky dining (2) smoothies (2) supermarket (2) tangerang (2) tempura (2) the breeze (2) visit korea (2) wine (2) Bogor (1) Cisarua (1) FX (1) Femina (1) Femina FoodLovers (1) For Sale (1) Hajime Ramen House (1) Juanda (1) Kuningan (1) Kuningan City (1) Living World (1) MKG (1) Mal Ciputra (1) PX Pavilion (1) Pesanggrahan (1) Sentul (1) Slipi (1) Tangerang Selatan (1) Tebet Green (1) World Street Food Congress 2013 (1) aeon mall (1) airasia jepang (1) alcohol (1) art (1) asisten pribadi (1) autumn in japan (1) backpacker ke korea (1) bakso (1) bandung (1) bangkok (1) bar (1) beach (1) belgian cuisine (1) best ramen Jakarta (1) bintaro (1) bread (1) breakfast (1) british cuisine (1) bubur ayam (1) buka puasa (1) cake shop (1) celebrity chef (1) cheap eats korea (1) chicken rice (1) christmas (1) citos (1) comfort food (1) cookies (1) croissant (1) de ritz building (1) disneysea (1) diy (1) doraemon (1) dotonbori (1) dream (1) emporium pluit (1) fall in japan (1) fish (1) foliage (1) food bazaar (1) food court (1) fujiko f. fujio (1) fusion (1) garden korea (1) gelato (1) gion (1) gotemba (1) gotemba premium outlet (1) gusung macan (1) gwangali (1) haeundae (1) high tea (1) home-made cuisine (1) hotdog (1) htiachi seaside park (1) intiland tower (1) itinerary jepang (1) japan trip 2017 (1) jepang mahal (1) jogja (1) juice (1) kawasaki (1) kebayoran (1) kelapa gading (1) kemang (1) kemayoran (1) kempinski (1) kepulauan seribu (1) kiyomizu dera (1) korail pass (1) kushiyaki (1) lighting festival (1) lippo mall kemang (1) lippo mall puri (1) makan apa di myeongdong (1) makan murah di korea (1) mal kelapa gading (1) mandarin oriental (1) membabibuta (1) middle eastern cuisine (1) midplaza (1) milkshake (1) moroccan cuisine (1) mutton (1) myeongdong (1) myeongdong food guide (1) nami island (1) nara (1) one belpark (1) pancake (1) pembuatan visa korea selatan (1) penang (1) pengajuan visa korea (1) persiapan jepang (1) persiapan ke korea (1) pho (1) pim (1) pondok indah (1) por que no (1) portugese cuisine (1) pulau balik layar (1) pulau bulat (1) pulau gosong (1) pulau harapan (1) pulau macan (1) pulau perak (1) radio dalam (1) ramen Jakarta (1) ramen PIK (1) recipe (1) restoran myeongdong (1) roxy (1) running man haha restaurant (1) sausage (1) sekapur sirih (1) sekosani (1) semanggi (1) seoul food guide (1) set menu (1) shinsaibashi suji (1) shirakawa go (1) shopping (1) sogo (1) sop buntut (1) stea (1) steak ramen (1) street food (1) suki (1) sundanese food (1) sunday brunch (1) swiss cuisine (1) takayama (1) the garden of morning calm (1) tips (1) toast (1) tokyo disneyland (1) transportasi jepang (1) transportasi korea (1) turkey (1) turkish cuisine (1) tv (1) udon (1) umeda (1) universal studios (1) valentine (1) vegan (1) venison (1) vietnamese cuisine (1) visa jepang (1) visa korea ditolak (1) waffle (1) warisan kuliner (1) wedding venue (1) winter in japan (1) wolter monginsidi (1) yakiniku (1) yanaka ginza (1) yesboss (1)