Pages

Tampilkan postingan dengan label thailand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thailand. Tampilkan semua postingan

7.6.19

Air Conditioned Floating Market in Bangkok ? SOOKSIAM Got You Covered!


Pardon me for my lack of posts, and thank you to those who's still waiting for my posts by DM or dropping comments. I'm still here guys, just lacking the will to write these past few years, and also lacking the interest to explore this city food scene and write reviews about it. So well, rather than having so much excuses, I'll just post anything I feel like posting. 

So I went to Bangkok last month and I feel like this place worth to write.  Since the weather was so hot and humid on my last visit, well 2 years ago I also visited this city around this time but I do not remember Bangkok being this hot 37°C-38°C average daily, event 35°C on the evening, it was such a hassle to visit Bangkok's outdoor scene like temples, markets, and else. So I found this perfect place to visit when you are craving for traditional food and also street food without having to battle the heat.

15.8.12

One Night in Bangkok: Chatuchak Weekend Market...


Setelah melewatkan 3 malam di Phuket, it was time for us to fly to Bangkok! Waktu pertama beli tiket, cuma beli return tickets Jakarta-Phuket saja sih, tapi beberapa hari kemudian, lagi iseng-iseng liat kok murah yah dari Phuket ke Bangkok, dan flightnya hanya 1 jam saja, setelah menawarkan sama para travelling partners semuanya setuju untuk beli return tickets Phuket-Bangkok, yang setelah kena charge credit card dkk, 1 orang kena sekitar IDR 180,000an untuk pp. Jadilah kami melewatkan 1 hari di Bangkok dengan tujuan utama, shopping!

Tiba di Bangkok sekitar jam 8 pagi, lalu kami naik taksi ke Smile Society hostel (sayang di dalam hostel ga boleh foto-foto jadi gak bisa post fotonya) di daerah Silom, drop barang, dan siap-siap ke Chatuchak Weekend Market. Pas banget ke Bangkok-nya di hari Sabtu, karena Chatuchak yang hanya buka di weekend saja.Saran dari owner hostel-nya kalau ber4 lebih baik naik taksi saja daripada BTS, karena jatuh-jatuhnya harganya sama. Jadilah kami naik taksi, oh iya, kalau naik taksi di Bangkok ini, ingatkan supir untuk pasang argo, karena hampir semua gak nyalain argo kecuali diminta. Biasanya argo-nya start dari THB 30/35.

Chatuchak merupakan sebuah pasar yang cukup besar dan terbagi menjadi beberapa section. Biar gak pusing, mintalah denah pasar kepada petugas di bagian information. Apa saja yang dijual di sini? Boleh dibilang apa aja ada, dari baju, sepatu, tas, souvenir, makanan kering, sampai tanaman.


 Banyaaaaaaak sekali barang menarik di sini, saking banyaknya, saya sampai bingung mau beli apa. Untuk kaos-kaos ala distro dengan bahan yang oke, sebelum dibargain harganya THB 150 aja. Kaos-kaos polos warna-warni dengan bahan enak dipakai sebelum bargain seharga THB 89 saja. Di sini tapi kalo nawar, rasa-rasanya harganya juga gak akan turun jauh, mungkin karena basicnya juga murah. Dan dari pengamatan saya, jarang penjual yang kalo kita tawar, lalu ga dikasih, manggil-manggil kita kembali seperti di sini.



 Berikut cuplikan para  travelling partners yang sedang bargaining (atau begging yah...) sama para penjual:

 Mba Tanah Abang lagi memohon sama Nci Chatuchak

 Ngko Glodok lagi merayu Mas Chatuchak

 Beberapa tips untuk yang mau berbelanja di Chatuchak Weekend Market:
- Bawa uang yang banyak! Hehe.
- Pakailah pakaian yang nyaman & adem (kaos tipis & celana pendek sangat disarankan), dan sediakan tissue kering atau tissue basah, dijamin keringetan!
- Bawalah shopping bag/tas berukuran besar untuk menampung belanjaan.
- Kalau perginya beramai-ramai, mending pisah-pisah aja biar bisa dapat tujuan masing-masing, lalu janjian untuk ketemu di satu spot di jam yang ditentukan. Salah satu meeting point favorite adalah Chatuchak clock tower.

Chatuchak Clock Tower

Lagi asik belanja, tenggorokan kering atau perut keroncongan? Jangan kuatir, tukang minuman, tukang jajanan & stall makanan ada di mana-mana. Kemarin kami nyoba makan di satu corner, yang nampaknya pelanggannya adalah penjual-penjual di Chatuchak itu sendiri. Makanannya berupa nasi campur-campur sayur, daging dkk gitu. Kenyang, enak, murah!


 Di Chatuchak kami juga banyak melihat street performers, sampai iklan berjalan seperti neng-neng di gambar di bawah yang lagi promosiin Friskies, makanya gaya ala kucing begitu.


 Atau seperti gambar di bawah, anak-anak yang lagi perform music, sambil jualan CD juga.


Kalau berkesempatan ke Bangkok di kala weekend, Chatuchak weekend market wajib dikunjungi, terutama bagi para shopaholic. Tapi buat yang malas panas-panasan mungkin bisa ke Platinum. Sayangnya kemarin itu sebenarnya ingin ke Platinum, tapi karena capek, kelamaan istirahat di hostel, sampai Platinum tokonya sudah pada tutup.

Malam harinya kami mengembara tanpa tujuan, dan akhirnya mendarat di Siam Paragon. Dari mall Central World ke Siam Paragon kami jalan via sky walk, jadi ga perlu jalan di trotoar di bawah. Lumayan, lebih aman, dan bersih.


 Kalau bingung mau makan apa, pilihan pasti jatuh ke food court. Setelah melihat-lihat akhirnya pilihan saya jatuh pada paket Nasi + Shrimp Omelette + Tom Yum. Rasanya so so.

 

Dari Siam Paragon kembali ke hostel, kami berjalan kaki, di tengah perjalanan, kami stop dulu untuk beli durian untuk dimakan nanti di hostel, gak lengkap yah kalo ke Thailand gak makan durian. Di sepanjang jalan juga banyak tukang jajanan, seperti sosis, bakso, dsb.


Perjalanan kembali ke hostel memakan waktu cukup lama sekitar 45 menit nampaknya dengan berjalan kaki, itu sudah pakai jalan cepat. Di tengah perjalanan, mulai berasa aneh badan ini. Yak saudara-saudara! Entah makanan yang mana yang saya makan tadi yang menimbulkan reaksi alergi. Alergi saya kambuh, gatal-gatal-lah & bentol-bentol satu badan, ditambah hidung tersumbat, mata bengkak, nafas ngos-ngosan. Sampai hostel, buru-buru mandi lagi, dan terkapar di ranjang, sementara para travelling partners menikmati durian di depan mata, hiks, bye-bye durian.

Keesokan paginya, kami sudah harus kembali berangkat ke Suvarnabhumi Airport dan terbang kembali ke Phuket, dan malamnya kembali ke Jakarta. Sedih banget yah rasanya kalau liburan sudah mau selesai, hehe. Ah, can't wait for next holiday trip, walaupun belum tahu where & when :D

 *THB 1 ± IDR 300

14.8.12

Phuket, day 3: No. 6 Restaurant...



Di malam kedua kami di Phuket, kami bertanya kepada resepsionis hotel kami, di makan kira-kira tempat yang oke untuk dinner, lalu sang resepsionis menyarankan No. 6, sebuah restoran yang terletak ga jauh dari Patong beach, lupa sih nama jalannya tapi ada di perempatan antara Soi Sansabai & Soi Bangla (arah ke Patong), belok ke kanan, nanti dia ada di sisi sebelah kiri jalan. Jadilah kami ke sana, eh tapi ternyata tutup karena katanya hari itu merupakan hari perayaan untuk umat Buddha.

Malam berikutnya kami ke sana lagi, dah restorannya buka, tapiii, ternyata ramai banget, ditambah banyak waiting list. Seorang karyawan di situ menginfokan pada kami, bahwa No. 6 ini baru buka cabang yang katanya ga jauh dari lokasi yang ini, dan No. 6 menyediakan shuttle gratis ke sana. Pikir-pikir gratis ini, boleh lah dicoba (gak mo rugi). Naiklah kami ke mobil shuttle yang berupa mobil bak terbuka yang dikasih atap & tempat duduk.

Selain kami, ada juga serombongan mahasiswa dari Hongkong. Perjalanan ke cabang baru No. 6 dimulai, pertama sih melewati daerah-daerah yang familiar, misal hotel tempat kami menginap, makin lama, makin jauh, kok gak sampai-sampai yah, kami semua mulai berasa aneh, karena melewati jalan kecil, gelap, berliku-liku, padahal katanya dekat :s

Ketika tingkat was-was semakin meningkat, akhirnya sampai juga kami di tempat tujuan, dan ternyata tempatnya jauuuuh lebih bagus dari No. 6 yang pertama, yang hanya seperti restoran kecil biasa. No. 6 yang ini letaknya di atas bukit jadi bisa liat view kota di malam hari, wiiih.


Jadi restorannya terbuka gitu (ada atepnya sih), siap-siap sweater/cardigan buat yang ga tahan angin malam, hehe. Ini yang gak pernah saya temuin di restoran lain, di mejanya disediaiin minyak untuk semprot kalo sampe digigit nyamuk atau serangga saudara-saudara! Untungnya selama makan di situ gak ada gangguan serangga. Nuansanya interiornya kayu-kayu gitu, dengan pencahayaan minimalis.


Menu No. 6 ini seputar Thai Cuisine, tapi ada juga beberapa menu western foodnya. Tapi udah ke sini makannya Thai food lah ya. Kisaran harga makanannya untuk porsi sedang sekitar THB 70-150 lah, kecuali menu ikan lebih mahal sekitar THB 350 ke atas.

 
Fried Pork Spare Ribs in Red Sauce (THB 150)

Beef Tom Yum

Fried Chicken with Cashew Nut (THB 100)

Pad Thai (THB 70)

Fried Pineapple

Overall makanannya enak, favorit saya pork ribs-nya. Kalo tom yum, memang paling cocok pake seafood sih, pake sapi jadi seperti makan pindang, hehe. Nah kalo fried pineapple ini, pineapple-nya hanya sedikit sebenarnya, jadi berupa roti dan nanas yang digoreng, dan nanti kita kasih saos sendiri sesuai selera, ada caramel, honey, dan chocolate. Harga juga menurut saya sangat reasonable. Terlebih lagi di cabang yang baru ini dapat bonus view yang bagus. Jadi buat yang mau ke Phuket & main-main ke daerah Patong, No. 6 ini boleh dicoba :)

 *THB 1 ± IDR 300

13.8.12

Phuket, day 3: Phi Phi Island & Khai Island...

 Di hari kedua, waktu ikut Phuket city tour, karena males nyari-nyari & nawar lagi, kami mem-booked tour ke Phi-Phi Island dari tour yang sama, dengan speedboat harganya THB 1,500, dengan cruise THB 1,000. Kami memilih naik speedboat, karena lebih cepat.

Sekitar jam 7.30, dijemputlah kami dengan minibus seperti kemarin, sehabis menjemput kami, masih ada beberapa orang lagi yang dijemput. Perjalanan dari daerah Patong beach ke Rassada Ferry Port memakan waktu cukup lama, di mobil kita sempat sarapan dulu, gak berani makan banyak karena konon ombaknya bakal ndut-ndutan, dan tak lupa saya minum Antangin!

Sampai di Rassada Port, di tempat Phi Phi Sea Angel Cruise kami ditempeli dengan sticker yang menandakan kami naik speedboat. Sebelum berangkat, petugas dari Sea Angel Cruise-nya menerangkan beberapa hal & menawarkan beberapa barang seperti underwater camera, penyewaan kaki kodok, roti untuk fish feeding. Sambil menunggu, jangan lupa, pakailah sunscreen!

Tibalah saatnya naik ke speedboat, ada 4 orang crew di speedboat tersebut, 2 engineers, 1 captain (sopir speedboat), dan tour leader super bawel yang menamakan dirinya sendiri Lady Gaga, karena katanya lebih mudah diingat dibanding nama Thailandnya yang panjaaang. Kami diingatkan, bahwa karena saat ini sedang musim hujan, ombaknya akan kurang bersahabat, dan benar aja, agak-agak seperti naik arung jeram versi lebih dahsyat, hehehe. Untungnya saya gak mabok laut, sementara teman saya di kiri dan kanan tak kuasa menahan mabok laut dan *maaf* threw up, juga beberapa orang lain di dalam speedboat. Dan karena saking besar ombak, belum sampai tujuan, saya dan teman-teman sudah basah kuyup tersiram air yang masuk dari sisi-sisi speedboat (padahal jendelanya sudah tinggi).

Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, akhirnya saya bisa melihat langsung yang selama ini hanya saya lihat di foto-foto, Phi Phi Island! Woaaa, benar-benar excited saat itu, what a beautiful view. Speedboat kami berhenti di beberapa titik untuk kami sight seeing & foto-foto.


Kami juga berhenti di Monkey Beach yang memang banyak monkey-nya.

  Mr. Monkey wanna join the ride.

Karena saat itu laut sedang kurang bersahabat kami hanya berkesempatan 1 kali untuk snorkeling. Snorkeling gear sudah disiapkan di speedboat, hanya saja kaki kodok harus sewa sewaktu di Rassada Port seharga THB 100 sepasang. My first time snorkeling, gini toh rasanya, hehe. Di spot kami snorkeling airnya tidak terlalu jernih, tapi tetap terlihat jelas sih ikan-ikannya.

 
 No, it was not a mermaid, it was me.

 Setelah sekitar setengah jam snorkeling, kami dibawa ke Phi Phi Don untuk makan siang yang juga sudah termasuk paket tour. Makan siangnya prasmanan, ambil sesukanya, tapi jangan expect soal rasanya. Standard abis.


Jadi setelah makan siang, bagi yang kapok & mabok naik speedboat ditawarkan untuk kembali naik cruise, dengan biaya tambahan THB 100 per orang. Teman saya yang takut mabok lagi akhirnya memilih naik cruise, dan yang lain tetap lanjut naik speedboat karena gak mao rugi mampir ke spot lainnya.

Next destination was Khai Island. Arahnya adalah arah kembali ke pelabuhan. Dari Phi-Phi ke Khai memakan waktu cukup lama, sepertinya lebih dari 45 menit, dan ombaknya lebih dasyat lagi dari waktu berangkat, kapalnya jadi seperti dibanting-banting, tapi seru, asli.

 

Sampai di Khai Island harus siapin uang untuk sewa bangku, 2 bangku + 1 umbrella seharga THB 150. Sebenarnya kami gak mao nyewa sih, tapi karena bingung mao taro barang di mana selama main, akhirnya sewa juga.

 View dari Khai Island ini juga cantik, langit biru, pasir putih, hanya saja ramai, ppadahal ini low season, apalagi high season ya.

 

Ada 1 bagian di mana banyak karang di tepi pantai dan banyak ikan-ikan di sana. Jadi kita bisa duduk sambil kasih makan atau lihat-lihat ikan, tapi awas, karangnya licin-licin.
 

Perjalanan kembali dari Khai Island ke Rassada Port hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Dari Rassada Port kami diantarkan kembali ke hotel dengan minibus seperti waktu berangkat. Dan ketika sampai di hotel barulah saya ngeh bahwa kulit ini cukup terbakar, karena langsung belang cukup akut! But a very great experience after all.

 *THB 1 ± IDR 300

10.8.12

Phuket, day 2: Patong Beach, Karon View Point, Wat Chalong, Jungceylon, Local Dishes...

 Day 2 in Phuket, Thailand. We planned to wake up at 6 in the morning, and had a morning walk around. But apparently the two boys, who told the girls to wake up early, woke up late! And it took the boys longer to get ready than the girls. So, the 7 AM morning walk mission, failed!

We had breakfast at a restaurant next to the hotel, it was for free since we booked the room+breakfast package. The owner himself served us that morning, a nice Lebanese (I guess, since it was a Lebanese restaurant) man. Below was my breakfast choice. Anyway, every time I go abroad, I bring  Tolak Angin/Antangin and drink it after breakfast, so Indonesia ya, haha!


 After breakfast, we managed to stroll around, and finally we stepped on Patong beach! We were just so happy to see the beach, a nice one especially. We took photos for a while and got back to the hotel because we were gonna be picked up for Phuket city tour.


 I booked a half day Phuket city tour from Airasiago, the normal price was around IDR 200K/person, but I booked it when they were having a promo. Guess how much did I pay for the tour? Less than IDR 30K/person *grinning*

We were picked up at the hotel at 10 AM with a minibus and greeted by our tour leader Ms. Arthi. Beside me and my friends, there were also three Malaysian couples. First stop was Karon View Point, from this place, you could see Karon beach, Kata beach, and Kata Noi beach. One beautiful view!


Second stop was the elephant riding camp / monkey show / atv riding place. It was optional, and since it was expensive, none of us was interested to ride the elephant, so we headed to the next stop, Wat Chalong!

'Wat' in thai means temple, and 'Chalong' means celebration. It was a Buddhist Temple. Usually couples go there and pray to Buddha for babies.


From Wat Chalong, we went to souvenir shop, nothing attracted me there, and the next stop was Pornthip, a local food store. There were many kind of snacks for you to choose, local one of course, from cashew nuts to dried pork slices. There was lines of products those attracted me, the ones with Sino Portugese Old Phuket town buildings packaging. From the tour itinerary, we should be going to Phuket old town, but since it was under renovation, we could not enter the area. This building shaped packagings won a design award, no wonder, they even sold the packaging only packs as souvenirs.


From Pornthip, we went to Gem factory, you could see the making process of a jewelry, they also sell jewelries, not a cheap one for sure. After that we went to a t-shirt factory, but I bought none.

We were so hungry because it was almost 3PM and we haven't had our lunch yet! After we were dropped back at our hotel, we put our stuff in the room, and walk to Jungceylon. We went to the food court at the basement, there were many local cuisine there. Below was my THB 100 food, it was moreover like nasi capcay haha. It was quite good afterall, many seafood inside it.


Jungceylon is the closest shopping mall from our hotel, only a five minutes walk. You could find Big C (hypermarket) here, in case you need something.

  
And there was also DAIRY QUEEN! What's so special about this Dairy Queen? There were also many Dairy Queen's Stalls in Indonesia, right? I'll tell you the difference, the price was muuuuuuch cheaper, like one third cheaper. Gosh!



 After fulfilling our finally happy tummy, we went to Patong beach. I found a funny view, a drunken dog, hehe.


 We took photos, and waited for the sunset, what a beautiful view.


 At night, we tried some local dishes like mango sticky rice, banana pancake, and Thai salad.

 Mango Sticky Rice

Thai mangoes are yellow, but sweet. Mango sticky rice was a yummy dish.

 Banana Pancake

It was sold all around I guess, the taste was so so.

 Thai Salad

It was yummy...The most stand out taste was of course sour.

So it was the end of day two, and we were preparing our bodies for more fun on day 3!

9.8.12

Phuket, day 1...

Sawasdee ka! Last week, me and my friends flew to Phuket, Thailand. We bought the ticket last year, when AirAsia was having a promo. Return tickets cost us IDR 585,000 per person. The plane took off around 4 PM, and landed in Phuket about 2 hours and 50 minutes later, with no time difference. Yay! We were so excited to explore the island. Nothing special about the airport, in front of it, there were so many travel agents those would offer you tours to Phi-Phi Island, James Bond Island, or tickets to Phuket Fantasea, Simon Cabaret Show. From Phuket airport to Phuket Town cost you around THB 500 by taxi, and THB 650 to Patong.

We took taxi to our hotel in Patong area. I've read before, that on the way to our destination, the taxi driver would stop at a travel agent that would offer us tours. Yeap, it happened, the taxi driver said he needed to stop for a while, and leave us in the car, seconds later a woman came to our car and offered us to use the same taxi for our way back to airport later, also she offered some tour's itinerary, we just kept the brochure and name card.

It took around 45 minutes from airport to Patong area. Before the trip, I did some researches for our hotel options, and after considering this and that, I chose Acca (read: eykha) Patong. It was located at Soi Sansabai, just 10 minutes walk to Patong beach & 5 minutes walk to Jungceylon Mall. Upon our arrival, we were greeted by the receptionist Mr. Jirayu. The hotel was not too big, but I loved the lobby, it was a nice photo spot, haha. I booked two superior rooms with twin beds, one was with balcony, facing the street, one was without balcony, but it is more quiet, and of course I chose the non balcony one, since I am easily distracted by noise. The room was comfortable, with quite enough space to move. The bathroom was small, but nice and clean. 

 


We put our luggage, change clothes, took some photos, and after that we began our first walk around while searching for a place to dine. After walking, and walking, and walking, we found a place across a boxing stadium with many hawkers around. Most of them sold bbq, from pork to seafood. I forgot the prices, but not pricey I remembered.



After dinner, we headed back to hotel, and prepared our bodies for the next day journey.

*THB 1 ± IDR 300

Pieces of My Blog

review (334) food (322) seafood (99) Central Jakarta (87) chicken (80) rice (79) pork (76) travel (69) japanese cuisine (67) noodle (67) South Jakarta (64) indonesian cuisine (62) beef (61) West Jakarta (58) desserts (55) dessert (52) italian cuisine (51) cake (48) chinese cuisine (47) pasta (47) japan (33) Grand Indonesia (32) daily (32) soup (32) american cuisine (30) North Jakarta (27) ice cream (27) korean cuisine (27) japan trip (26) PIK (21) salad (20) Central Park (19) burger (19) dim sum (19) jalan-jalan jepang (19) miscellaneous (19) pizza (19) steak (18) thoughts (18) South Korea (15) backpacker jepang (15) biaya ke jepang (15) kway teow (15) Plaza Indonesia (14) duck (14) jepang (14) thai cuisine (14) yogyakarta (14) hotel (13) persiapan ke jepang (13) sushi (13) indian cuisine (12) ramen (12) singapore cuisine (12) french cuisine (11) family (10) singapore (10) Pacific Place (9) coffee shop (9) friends (9) japan trip 2019 (9) senopati (9) Seoul (8) all you can eat (8) autumn in japan (8) chocolate (8) doodling (8) fine dining (8) kopitiam (8) tex-mex cuisine (8) Gandaria City (7) Puri Indah (7) Serpong (7) event (7) fashion (7) hokkaido (7) milk tea (7) osaka (7) tokyo (7) Hong Kong (6) Mal Puri Indah (6) Taman Anggrek (6) brunch (6) pastry (6) scbd (6) tea (6) thailand (6) thamrin (6) Taman Ratu (5) backpacker korea (5) fall in japan (5) japan trip 2017 (5) kyoto (5) lamb (5) looklet (5) malaysia (5) mocktail (5) sashimi (5) travel korea (5) Kota Kasablanka (4) Plaza Senayan (4) coffee (4) dutch cuisine (4) gapyeong (4) itinerary korea (4) japan trip budget (4) malaysian cuisine (4) meatball (4) mexican cuisine (4) phuket (4) sandwich (4) snack (4) vegetarian (4) Alam Sutera (3) Citywalk Sudirman (3) Jeju (3) Lotte Shopping Avenue (3) Mangga Besar (3) Muara Karang (3) Senayan City (3) Setiabudi One (3) biaya korea (3) bsd (3) buffet (3) cocktail (3) curhat colongan (3) curry (3) disneyland (3) fast food (3) itinerary jepang (3) jalan-jalan korea (3) menteng (3) mobile apps (3) peranakan cuisine (3) porridge (3) sapporo (3) spanish cuisine (3) sudirman (3) theme park (3) Gatot Subroto (2) Panglima Polim (2) Sabang (2) Taiwanese Cuisine (2) bangkok (2) biei (2) bsd city (2) busan (2) delivery (2) feed (2) foie gras (2) fruit (2) furano (2) german cuisine (2) green ville (2) hakodate (2) hokkaido rail pass (2) idol (2) ismaya (2) jalan panjang (2) jogja (2) karawaci (2) martabak (2) mood (2) mushroom (2) music (2) otaru (2) pembuatan visa korea selatan (2) petite france (2) photoraphy (2) ramadhan (2) rooftop (2) satay (2) shabu-shabu (2) shirakawa go (2) sky dining (2) smoothies (2) supermarket (2) tangerang (2) tempura (2) the breeze (2) transportasi jepang (2) visa jepang (2) visa korea ditolak (2) visit korea (2) wine (2) yokohama (2) Bogor (1) Cisarua (1) FX (1) Femina (1) Femina FoodLovers (1) For Sale (1) Hajime Ramen House (1) Juanda (1) Kuningan (1) Kuningan City (1) Living World (1) MKG (1) Mal Ciputra (1) PX Pavilion (1) Pesanggrahan (1) Sentul (1) Slipi (1) Tangerang Selatan (1) Tebet Green (1) World Street Food Congress 2013 (1) aeon mall (1) airasia jepang (1) airport (1) alcohol (1) art (1) asakusa (1) asisten pribadi (1) backpacker ke korea (1) bakso (1) bandung (1) bar (1) beach (1) belgian cuisine (1) best ramen Jakarta (1) bintaro (1) bread (1) breakfast (1) british cuisine (1) bubur ayam (1) buka puasa (1) cake shop (1) celebrity chef (1) cheap eats korea (1) chicken rice (1) christmas (1) citos (1) comfort food (1) cookies (1) croissant (1) de ritz building (1) disneysea (1) diy (1) doraemon (1) dotonbori (1) emporium pluit (1) fish (1) foliage (1) food bazaar (1) food court (1) fuglen (1) fujiko f. fujio (1) fusion (1) garden korea (1) gelato (1) gion (1) gotemba (1) gotemba premium outlet (1) gusung macan (1) gwangali (1) haeundae (1) hakone (1) high tea (1) home-made cuisine (1) hotdog (1) htiachi seaside park (1) intiland tower (1) jepang mahal (1) jr pass (1) juice (1) kawasaki (1) kebayoran (1) kelapa gading (1) kemang (1) kemayoran (1) kempinski (1) kepulauan seribu (1) kiyomizu dera (1) korail pass (1) kushiyaki (1) lake toya (1) lighting festival (1) lippo mall kemang (1) lippo mall puri (1) macau (1) makan apa di myeongdong (1) makan murah di korea (1) mal kelapa gading (1) mandarin oriental (1) meguro (1) membabibuta (1) middle eastern cuisine (1) midplaza (1) milkshake (1) moroccan cuisine (1) mutton (1) myeongdong (1) myeongdong food guide (1) nami island (1) nara (1) one belpark (1) pancake (1) penang (1) pengajuan visa korea (1) persiapan jepang (1) persiapan ke korea (1) pho (1) pim (1) pondok indah (1) por que no (1) portugese cuisine (1) prayers (1) promo (1) pulau balik layar (1) pulau bulat (1) pulau gosong (1) pulau harapan (1) pulau macan (1) pulau perak (1) radio dalam (1) ramen Jakarta (1) ramen PIK (1) recipe (1) restoran myeongdong (1) roxy (1) running man haha restaurant (1) sausage (1) sekapur sirih (1) sekosani (1) semanggi (1) seoul food guide (1) set menu (1) shinsaibashi suji (1) shopping (1) sogo (1) sop buntut (1) starbucks (1) starbucks reserve (1) stea (1) steak ramen (1) street food (1) suki (1) sundanese food (1) sunday brunch (1) swiss cuisine (1) takayama (1) the garden of morning calm (1) tips (1) toast (1) tokyo disneyland (1) toyako (1) transportasi korea (1) traveloka (1) turkey (1) turkish cuisine (1) tv (1) udon (1) umeda (1) universal studios (1) valentine (1) vegan (1) venison (1) vietnamese cuisine (1) voucher (1) waffle (1) warisan kuliner (1) wedding venue (1) winter in japan (1) wolter monginsidi (1) yanaka ginza (1) yesboss (1)