Sebagai seorang penumpang setia Bus Transjakarta, tak ada salahnya saya ingin berbagi tips & trik berdasarkan pengalaman saya selama ini. Bukannya sombong loh, siapa juga yang mau sombong tiap hari naik Transjakarta, kalo tiap hari naik Nissan Teana, baru eke sombong.
First of all, bagi yang masih awam dengan Transjakarta, ada 2 hal yang perlu anda persiapkan, jika anda mempertimbangkan untuk menjadikan Transjakarta kendaraan rutin anda :
1. Kesabaran
2. Kesabaran ekstra
Berikut adalah beberapa hal random seputar menjadi penumpang Transjakarta :
- Setiap hari, saya naik Traja (singkatan dari Transjakarta), berangkat dari halte yang sama, ke tujuan yang sama, tapiii, setiap hari pula, antriannya labil, kadang rame, kadang sepi, kadang ada bus kosong, kadang penuh semua, sehingga waktu sampai di tujuannya berbeda setiap hari, bisa beda 15 menit, 30 menit, bahkan 1 jam, dan benar-benar ga bisa diduga. So, kalau ingin ngantor naik Traja, berangkatlah 1-2 jam lebih awal, seperti eke ini, lebih baik kecepetan daripada terlambat.
- Naik Traja lebih nyaman? Kata siapa? Kalau anda mencari kenyamanan, naiklah taksi, jangan Traja. Bagaimana bisa nyaman kalau anda harus empet-empetan dengan orang lain yang entah siapa, dan keadaan bisa lebih buruk lagi kalau pas AC Bus-nya lagi rusak. Wassalam deh. Belum lagi penumpang yang ogah untuk masuk ke kiri/kanan bis sehingga bagian tengah itu penuh sesak.
- Saat bulan puasa, terutama saat anda orang yang mudah lemas, janganlah mengandalkan Traja. Bulan puasa tahun lalu, pernah saya mengantri di HCB, dan menyaksikan 3 orang pingsan karena Halte yang padat sesak, dan juga antrian yang seperti kerusuhan, karena Bus yang tak kunjung datang, sementara sudah pada kelaparan, dan emosi memuncak.
- Banyak, dan banyak sekali penumpang2 kampungan. Menyelak, mendorong, menyikut (saya sudah pernah mengalami semuanya, diselak, didorong sampe nyusruk ke dalam bus, disikut sampe kacamata jatuh ke lantai T_T). Banyak yang mengira dengan membayar 2000 (di bawah jam 7) atau 3500, mereka berhak atas kenyamanan di dalam bus. Kalau mau nyaman, beli mobil sendiri! (emosi :p)
- Jangan heran dengan kondisi beberapa bus yang sepertinya mulai bolong lantainya, pintu tidak bisa tertutup rapat, AC mati, tiang gantungan lepas, pegangan tangan entah ke mana semua, ataupun yang mengeluarkan asap sangat hitam, karena memang ada beberapa yang seperti itu.
Tips & trik :
- Pastikan posisi berdiri anda kokoh (jika berdiri), dan anda punya pegangan yang mantap. Anda tidak tahu kapan bus bisa me-rem mendadak, atau belokan tajam. Posisi ini juga penting ketika mengantri, anda harus memastikan diri anda dalam keadaan kuat, at least kalo didorong bisa dorong balik :D
- Untuk yang mudah jiji-an/mual bawalah masker. Karena di bus yang tertutup itu, anda tidak bisa menghindar dari bau badan yang bisa saja berasal dari orang di sebelah anda. Waspadalah!
- Masi berhubungan dengan yang di atas, pakailah baju lengan panjang/jaket, walaupun lebih panas, itu lebih baik daripada harus bersinggungan dengan keringat orang di sebelah anda.
- Gunakan sepatu, anda tidak tahu betapa ganasnya orang-orang di sekitar anda, sehingga kalau sudah mau masuk bus, tidak peduli lagi kaki orang di kiri-kanannya. (Jari-jari kaki eke sering jadi korban.) Pilihlah sepatu yang nyaman, anda tidak akan tahu berapa lama anda berdiri :)
- Jangan bawa barang terlalu banyak. Kalau ransel anda terlalu besar, itu mengganggu kenyamanan penumpang lain. Kalau anda bawa kardus/barang lain, itu juga mengganggu.
- Jangan segan-segan untuk menegur penumpang lain, misalkan jika ia menyelak antrian, atau ia memonopoli pegangan tangan di dalam bus, dan hal lainnya. Banyak penumpang yang bebal, jangan harap mereka punya simpati antar sesama penumpang, terkadang memberi tempat untuk ibu hamil atau orang tua saja harus ditegur petugas dulu.
- Untuk penumpang perempuan, pakailah baju yang sepantasnya, jangan yang minim, banyak hidung belang yang berkeliaran di halte maupun di bus.
- Pastikan barang-barang berharga tidak ditaruh sembarangan. Kalau HP ditaruh di saku celana, cek lah setiap beberapa saat sekali keberadaannya. Kalau pakai tas selempang, pastikan tas ada di bagian depan.
- Pelajari rute tujuan, terkadang petugas tidak mengingatkan, atau informasi dalam bus tidak menyala, sehingga tak jarang ada yang kelewatan halte tujuan.
- Kalau anda orang yang mudah bosan, bawa saja mp3 player, atau is HP anda dengan lagu-lagu favorit, terkadang ini sedikit menghibur di kala mengantri panjang.
Demikian saja dari saya. Transjakarta, capek ati tapi butuh, itu kira-kira kondisi saya saat ini. Saya hanya bisa berharap, ke depannya Transjakarta bisa meningkatkan kuantitas bus dan kualitas pelayanannya, karena sebenarnya sangat potensial, tapi apa daya jika potensi itu tidak dikembangkan secara maksimal ;)