Pages

Daily GRAM

27.8.12

Seafood City - Bandar Djakarta...

Heiho! How are ya readers? Sebelumnya mohon maaf lahir & batin buat para pembaca yang merayakan Idul Fitri, dan untuk yang lain selamat datang kembali dari liburannya, hehe.

Dulu, saya sudah pernah membuat review tentang resto seafood favorit keluarga saya yaitu Bandar Djakarta yang di Ancol. Untuk yang di Serpong-pun sudah pernah saya coba. Nah cabang yang paling baru ini (gak baru amat sih, saya aja yang baru nyoba) terletak di kawasan Green Bay - Pluit, dan namanya agak beda dikit, menggunakan judul Seafood City di depannya.


Nuansanya masih gak jauh berbeda dengan Bandar Djakarta lainnya, yaitu didominasi dengan nuansa kayu. Untuk yang di Seafood City ini, ada satu area yang letaknya seperti di atas dermaga, jadi di bawahnya laut langsung, dan kebetulan pada kunjungan kemarin, saya ditempatkan di area ini.


Buat saya gak terlalu istimewa sih, paling cuma bisa dengar ombak menerjang dinding, dan kena angin laut. Untuk suasana laut pastinya lebih oke yang di Ancol. Dan yang di dermaga ini, agak mepet antara 1 meja dengan meja lainnya, jadi kurang enak aja.


Seperti Bandar Djakarta lainnya, di Seafood City ini juga ada fish market-nya, jadi kita milih-milih langsung seafoodnya, dan cara masaknya. Untuk seafood, di Seafood City ini kebanyakan pilihan-pilihan seafoodnya adalah yang lebih mahal, beberapa ikan yang biasa ada di Bandar Djakarta lain di sini tidak ada. Dan hati-hatilah ketika membeli, terkadang pas milih dibilang ikan A, ketika bayar ternyata yang diambilkan ikan B yang lebih mahal harganya.


Ada juga tempura & sashimi corner.


Berikut pesanan saya & keluarga malam itu:
Untuk paket nasi & acar+sambal dihargai IDR 8,000++

Buku menu-nya beda dengan Bandar Djakarta yang lain (apa yang lain juga udah ganti yah?)

 Kangkung Bawang Putih (IDR 15,800++)

 Kangkung Terasi (IDR 15,800++)

 Cumi Goreng Tepung (IDR 78.000++/Kg)

 Kerapu Macan Fresh Steam Ala Hongkong (IDR 228,000++/Kg)

Keong Macan Seafood City Chilli (IDR 118,000++/Kg)

 Udang Pancet Super Bakar Madu Pedas (IDR 208,000++/Kg)

Beberapa menu di atas merupakan menu yang sudah berulang-ulang kali kami pesan kalau ke Bandar Djakarta. Favorit saya sudah pasti cumi goreng tepung, ke resto seafood manapun kalau kata mama saya, asal dikasi cumi goreng tepung saya pasti anteng, hehehe.

Menurut mama saya, harga di Seafood City ini cenderung lebih mahal daripada di Bandar Djakarta lainnya, namun untuk rasa, seafoodnya lebih fresh kata kedua orang tua saya. Buat saya sih sama saja enaknya, hehe.

Sebenarnya di buku menu ada beberapa pilihan dessert yang menarik, sayang udah kekenyangan menghabiskan makanan-makanan di atas, next visit maybe.


-------
Seafood City - Bandar Djakarta
Green Bay Pluit
Jl. Pluit Karang Ayu Blok B1 Utara
Muara Karang - Jakarta Utara
Tel. (62-21) 6667 60 60 / 6660 7480
www.bandar-djakarta.com/seafoodcity

16.8.12

Urban Kitchen Senayan City: Buka Puasa Bersama - Media & Bloggers Gathering...

 
Minggu lalu, saya menghadiri acara buka puasa bersama yang diadakan oleh Urban Kitchen. Acaranya diadakan di Urban Kitchen Senayan City dan undangannya adalah dari media dan bloggers.

Urban Kitchen yang terletak di lantai 5 Senayan City ini merupakan food court yang berinterior modern. Spasinya cukup besar dan variasi makanan yang ditawarkan cukup banyak, beberapa di antaranya ada Jun Njan, Ramen 38 (Sanpachi), Pho 24, berbagai makanan khas Indonesia, sampai ke jajanan khas tempo doeloe.

 
Dan yang paling fresh dibuka di Urban Kitchen ini adalah The Baked Goods, sebuah toko kue yang cukup terkenal saat ini dan pernah saya post reviewnya di sini .

 
Oh iya! Ada bagian dari interior di Urban Kitchen ini yang sangat menarik perhatian saya, yaitu gambar Wall-e & Eve di dinding. Kenapa dua gambar ini sangat menarik perhatian saya? Gak lain dan gak bukan adalah karena saya seorang pecinta Pixar, dan suka sekali dengan film Wall-e, hehe, walau agak bingung juga, kenapa ada gambar ini di Urban Kitchen.

 
Saat gathering kemarin, saya bebas memilih makanan dari tenant manapun, akhirnya pilihan jatuh pada Warung Buntut, dan sayapun memesan buntut goreng.

Warung Buntut - Buntut Goreng

Seporsi Buntut Goreng ini terdiri dari nasi, beberapa potong buntut goreng, emping, acar, sambal, dan kuah. Rasanya lumayan, tapi bukan buntut goreng terenak yang pernah saya rasain.

Sambil para peserta menikmati makanannya masing-masing, diadakan sesi chit-chat bersama 4 orang narasumber di bawah ini, yakni dari pihak Urban Kitchen & The Baked Goods.

Natasha Utamilia (Adv & Promotion Manager) - Romeo Tjhang (General Manager)

Jana Parengkuan & Erwin Parengkuan (The Baked Goods' owners)

Dari pihak Urban Kitchen dijelaskan bahwa Urban Kitchen selalu meng-update konsep interior mereka, namun goal mereka adalah bukan mengikuti trend yang ada, namun menjadi trendsetter di dunia kuliner. Sementara untuk tenants yang ada di Urban Kitchen, dari pihak Urban Kitchen sendiri lebih cenderung untuk memilih sendiri tenant yang sudah teruji sesuai standard mereka. Sementara sistem pembayaran di Urban Kitchen adalah dengan kartu pasca bayar, total tagihan yang ter-tap di kartu nanti akan dibayar ketika kita sudah akan keluar dari Urban Kitchen.

Bicara soal keselektifan Urban Kitchen dalam memilih tenant, The Baked Goods-lah salah satu tenant yang di'lamar' Urban Kitchen untuk mendirikan branch di sana. Di sesi chit-chat ini, Erwin Parengkuan & Jana Parengkuan selaku owners dari The Baked Goods menjelaskan tentang produk-produk mereka, termasuk juga Diabetic products, yaitu produk kue & cookies yang dibuat khusus bagi mereka yang punya masalah dengan gula.

Di tengah acara, The Baked Goods juga membagikan tester produk mereka, 2 di antaranya sudah pernah saya coba sebelumnya, nah ada 1 yang baru, yaitu Korma Cake yang merupakan produk khusus untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Rasanya, korma banget, wajib dicoba bagi penyuka korma.

The Baked Goods - Bublanina - Carrot Cake - Korma Cake

Seperti ditulis di undangan, di acara ini juga ada doorprizenya loh, jadi waktu saya datang dan isi list tamu, saya diminta untuk taruh kartu nama di bucket, ada 2 bucket, satu untuk pihak media, satu untuk bloggers, kalo liat dari data yang saya isi sih, gak banyak blogger yang hadir.

Pengundian doorprize-pun dimulai, pertama dari pihak media yang diundi oleh pihak Urban Kitchen. Bucket kedua yang berisi kartu nama para bloggers diundi oleh Erwin Parengkuan, feeling sih bakal kartu nama saya yang diambil, dan benar aja, saya dapet doorprizenya, YAY! Isinya ada voucher Urban Kitchen, juga ada cookies dari The Baked Goods (Dark Chocolate with Cashew cookies sama Lemon Poppyseed cookies-nya enak banget loh, sungguh!). Selain itu, masih ada juga goodie bag untuk para peserta, dapet voucher lagi deh, sama cookies. Puji Tuhan, hari itu sangat diberkati :)

Goodie Bag & Doorprize

Senangnya pulang dari acara tersebut dengan tentengan di kiri kanan *nyengir*.
Terima kasih untuk Urban Kitchen, Goorme, dan juga The Baked Goods :)

15.8.12

One Night in Bangkok: Chatuchak Weekend Market...


Setelah melewatkan 3 malam di Phuket, it was time for us to fly to Bangkok! Waktu pertama beli tiket, cuma beli return tickets Jakarta-Phuket saja sih, tapi beberapa hari kemudian, lagi iseng-iseng liat kok murah yah dari Phuket ke Bangkok, dan flightnya hanya 1 jam saja, setelah menawarkan sama para travelling partners semuanya setuju untuk beli return tickets Phuket-Bangkok, yang setelah kena charge credit card dkk, 1 orang kena sekitar IDR 180,000an untuk pp. Jadilah kami melewatkan 1 hari di Bangkok dengan tujuan utama, shopping!

Tiba di Bangkok sekitar jam 8 pagi, lalu kami naik taksi ke Smile Society hostel (sayang di dalam hostel ga boleh foto-foto jadi gak bisa post fotonya) di daerah Silom, drop barang, dan siap-siap ke Chatuchak Weekend Market. Pas banget ke Bangkok-nya di hari Sabtu, karena Chatuchak yang hanya buka di weekend saja.Saran dari owner hostel-nya kalau ber4 lebih baik naik taksi saja daripada BTS, karena jatuh-jatuhnya harganya sama. Jadilah kami naik taksi, oh iya, kalau naik taksi di Bangkok ini, ingatkan supir untuk pasang argo, karena hampir semua gak nyalain argo kecuali diminta. Biasanya argo-nya start dari THB 30/35.

Chatuchak merupakan sebuah pasar yang cukup besar dan terbagi menjadi beberapa section. Biar gak pusing, mintalah denah pasar kepada petugas di bagian information. Apa saja yang dijual di sini? Boleh dibilang apa aja ada, dari baju, sepatu, tas, souvenir, makanan kering, sampai tanaman.


 Banyaaaaaaak sekali barang menarik di sini, saking banyaknya, saya sampai bingung mau beli apa. Untuk kaos-kaos ala distro dengan bahan yang oke, sebelum dibargain harganya THB 150 aja. Kaos-kaos polos warna-warni dengan bahan enak dipakai sebelum bargain seharga THB 89 saja. Di sini tapi kalo nawar, rasa-rasanya harganya juga gak akan turun jauh, mungkin karena basicnya juga murah. Dan dari pengamatan saya, jarang penjual yang kalo kita tawar, lalu ga dikasih, manggil-manggil kita kembali seperti di sini.



 Berikut cuplikan para  travelling partners yang sedang bargaining (atau begging yah...) sama para penjual:

 Mba Tanah Abang lagi memohon sama Nci Chatuchak

 Ngko Glodok lagi merayu Mas Chatuchak

 Beberapa tips untuk yang mau berbelanja di Chatuchak Weekend Market:
- Bawa uang yang banyak! Hehe.
- Pakailah pakaian yang nyaman & adem (kaos tipis & celana pendek sangat disarankan), dan sediakan tissue kering atau tissue basah, dijamin keringetan!
- Bawalah shopping bag/tas berukuran besar untuk menampung belanjaan.
- Kalau perginya beramai-ramai, mending pisah-pisah aja biar bisa dapat tujuan masing-masing, lalu janjian untuk ketemu di satu spot di jam yang ditentukan. Salah satu meeting point favorite adalah Chatuchak clock tower.

Chatuchak Clock Tower

Lagi asik belanja, tenggorokan kering atau perut keroncongan? Jangan kuatir, tukang minuman, tukang jajanan & stall makanan ada di mana-mana. Kemarin kami nyoba makan di satu corner, yang nampaknya pelanggannya adalah penjual-penjual di Chatuchak itu sendiri. Makanannya berupa nasi campur-campur sayur, daging dkk gitu. Kenyang, enak, murah!


 Di Chatuchak kami juga banyak melihat street performers, sampai iklan berjalan seperti neng-neng di gambar di bawah yang lagi promosiin Friskies, makanya gaya ala kucing begitu.


 Atau seperti gambar di bawah, anak-anak yang lagi perform music, sambil jualan CD juga.


Kalau berkesempatan ke Bangkok di kala weekend, Chatuchak weekend market wajib dikunjungi, terutama bagi para shopaholic. Tapi buat yang malas panas-panasan mungkin bisa ke Platinum. Sayangnya kemarin itu sebenarnya ingin ke Platinum, tapi karena capek, kelamaan istirahat di hostel, sampai Platinum tokonya sudah pada tutup.

Malam harinya kami mengembara tanpa tujuan, dan akhirnya mendarat di Siam Paragon. Dari mall Central World ke Siam Paragon kami jalan via sky walk, jadi ga perlu jalan di trotoar di bawah. Lumayan, lebih aman, dan bersih.


 Kalau bingung mau makan apa, pilihan pasti jatuh ke food court. Setelah melihat-lihat akhirnya pilihan saya jatuh pada paket Nasi + Shrimp Omelette + Tom Yum. Rasanya so so.

 

Dari Siam Paragon kembali ke hostel, kami berjalan kaki, di tengah perjalanan, kami stop dulu untuk beli durian untuk dimakan nanti di hostel, gak lengkap yah kalo ke Thailand gak makan durian. Di sepanjang jalan juga banyak tukang jajanan, seperti sosis, bakso, dsb.


Perjalanan kembali ke hostel memakan waktu cukup lama sekitar 45 menit nampaknya dengan berjalan kaki, itu sudah pakai jalan cepat. Di tengah perjalanan, mulai berasa aneh badan ini. Yak saudara-saudara! Entah makanan yang mana yang saya makan tadi yang menimbulkan reaksi alergi. Alergi saya kambuh, gatal-gatal-lah & bentol-bentol satu badan, ditambah hidung tersumbat, mata bengkak, nafas ngos-ngosan. Sampai hostel, buru-buru mandi lagi, dan terkapar di ranjang, sementara para travelling partners menikmati durian di depan mata, hiks, bye-bye durian.

Keesokan paginya, kami sudah harus kembali berangkat ke Suvarnabhumi Airport dan terbang kembali ke Phuket, dan malamnya kembali ke Jakarta. Sedih banget yah rasanya kalau liburan sudah mau selesai, hehe. Ah, can't wait for next holiday trip, walaupun belum tahu where & when :D

 *THB 1 ± IDR 300

14.8.12

Phuket, day 3: No. 6 Restaurant...



Di malam kedua kami di Phuket, kami bertanya kepada resepsionis hotel kami, di makan kira-kira tempat yang oke untuk dinner, lalu sang resepsionis menyarankan No. 6, sebuah restoran yang terletak ga jauh dari Patong beach, lupa sih nama jalannya tapi ada di perempatan antara Soi Sansabai & Soi Bangla (arah ke Patong), belok ke kanan, nanti dia ada di sisi sebelah kiri jalan. Jadilah kami ke sana, eh tapi ternyata tutup karena katanya hari itu merupakan hari perayaan untuk umat Buddha.

Malam berikutnya kami ke sana lagi, dah restorannya buka, tapiii, ternyata ramai banget, ditambah banyak waiting list. Seorang karyawan di situ menginfokan pada kami, bahwa No. 6 ini baru buka cabang yang katanya ga jauh dari lokasi yang ini, dan No. 6 menyediakan shuttle gratis ke sana. Pikir-pikir gratis ini, boleh lah dicoba (gak mo rugi). Naiklah kami ke mobil shuttle yang berupa mobil bak terbuka yang dikasih atap & tempat duduk.

Selain kami, ada juga serombongan mahasiswa dari Hongkong. Perjalanan ke cabang baru No. 6 dimulai, pertama sih melewati daerah-daerah yang familiar, misal hotel tempat kami menginap, makin lama, makin jauh, kok gak sampai-sampai yah, kami semua mulai berasa aneh, karena melewati jalan kecil, gelap, berliku-liku, padahal katanya dekat :s

Ketika tingkat was-was semakin meningkat, akhirnya sampai juga kami di tempat tujuan, dan ternyata tempatnya jauuuuh lebih bagus dari No. 6 yang pertama, yang hanya seperti restoran kecil biasa. No. 6 yang ini letaknya di atas bukit jadi bisa liat view kota di malam hari, wiiih.


Jadi restorannya terbuka gitu (ada atepnya sih), siap-siap sweater/cardigan buat yang ga tahan angin malam, hehe. Ini yang gak pernah saya temuin di restoran lain, di mejanya disediaiin minyak untuk semprot kalo sampe digigit nyamuk atau serangga saudara-saudara! Untungnya selama makan di situ gak ada gangguan serangga. Nuansanya interiornya kayu-kayu gitu, dengan pencahayaan minimalis.


Menu No. 6 ini seputar Thai Cuisine, tapi ada juga beberapa menu western foodnya. Tapi udah ke sini makannya Thai food lah ya. Kisaran harga makanannya untuk porsi sedang sekitar THB 70-150 lah, kecuali menu ikan lebih mahal sekitar THB 350 ke atas.

 
Fried Pork Spare Ribs in Red Sauce (THB 150)

Beef Tom Yum

Fried Chicken with Cashew Nut (THB 100)

Pad Thai (THB 70)

Fried Pineapple

Overall makanannya enak, favorit saya pork ribs-nya. Kalo tom yum, memang paling cocok pake seafood sih, pake sapi jadi seperti makan pindang, hehe. Nah kalo fried pineapple ini, pineapple-nya hanya sedikit sebenarnya, jadi berupa roti dan nanas yang digoreng, dan nanti kita kasih saos sendiri sesuai selera, ada caramel, honey, dan chocolate. Harga juga menurut saya sangat reasonable. Terlebih lagi di cabang yang baru ini dapat bonus view yang bagus. Jadi buat yang mau ke Phuket & main-main ke daerah Patong, No. 6 ini boleh dicoba :)

 *THB 1 ± IDR 300

13.8.12

Phuket, day 3: Phi Phi Island & Khai Island...

 Di hari kedua, waktu ikut Phuket city tour, karena males nyari-nyari & nawar lagi, kami mem-booked tour ke Phi-Phi Island dari tour yang sama, dengan speedboat harganya THB 1,500, dengan cruise THB 1,000. Kami memilih naik speedboat, karena lebih cepat.

Sekitar jam 7.30, dijemputlah kami dengan minibus seperti kemarin, sehabis menjemput kami, masih ada beberapa orang lagi yang dijemput. Perjalanan dari daerah Patong beach ke Rassada Ferry Port memakan waktu cukup lama, di mobil kita sempat sarapan dulu, gak berani makan banyak karena konon ombaknya bakal ndut-ndutan, dan tak lupa saya minum Antangin!

Sampai di Rassada Port, di tempat Phi Phi Sea Angel Cruise kami ditempeli dengan sticker yang menandakan kami naik speedboat. Sebelum berangkat, petugas dari Sea Angel Cruise-nya menerangkan beberapa hal & menawarkan beberapa barang seperti underwater camera, penyewaan kaki kodok, roti untuk fish feeding. Sambil menunggu, jangan lupa, pakailah sunscreen!

Tibalah saatnya naik ke speedboat, ada 4 orang crew di speedboat tersebut, 2 engineers, 1 captain (sopir speedboat), dan tour leader super bawel yang menamakan dirinya sendiri Lady Gaga, karena katanya lebih mudah diingat dibanding nama Thailandnya yang panjaaang. Kami diingatkan, bahwa karena saat ini sedang musim hujan, ombaknya akan kurang bersahabat, dan benar aja, agak-agak seperti naik arung jeram versi lebih dahsyat, hehehe. Untungnya saya gak mabok laut, sementara teman saya di kiri dan kanan tak kuasa menahan mabok laut dan *maaf* threw up, juga beberapa orang lain di dalam speedboat. Dan karena saking besar ombak, belum sampai tujuan, saya dan teman-teman sudah basah kuyup tersiram air yang masuk dari sisi-sisi speedboat (padahal jendelanya sudah tinggi).

Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, akhirnya saya bisa melihat langsung yang selama ini hanya saya lihat di foto-foto, Phi Phi Island! Woaaa, benar-benar excited saat itu, what a beautiful view. Speedboat kami berhenti di beberapa titik untuk kami sight seeing & foto-foto.


Kami juga berhenti di Monkey Beach yang memang banyak monkey-nya.

  Mr. Monkey wanna join the ride.

Karena saat itu laut sedang kurang bersahabat kami hanya berkesempatan 1 kali untuk snorkeling. Snorkeling gear sudah disiapkan di speedboat, hanya saja kaki kodok harus sewa sewaktu di Rassada Port seharga THB 100 sepasang. My first time snorkeling, gini toh rasanya, hehe. Di spot kami snorkeling airnya tidak terlalu jernih, tapi tetap terlihat jelas sih ikan-ikannya.

 
 No, it was not a mermaid, it was me.

 Setelah sekitar setengah jam snorkeling, kami dibawa ke Phi Phi Don untuk makan siang yang juga sudah termasuk paket tour. Makan siangnya prasmanan, ambil sesukanya, tapi jangan expect soal rasanya. Standard abis.


Jadi setelah makan siang, bagi yang kapok & mabok naik speedboat ditawarkan untuk kembali naik cruise, dengan biaya tambahan THB 100 per orang. Teman saya yang takut mabok lagi akhirnya memilih naik cruise, dan yang lain tetap lanjut naik speedboat karena gak mao rugi mampir ke spot lainnya.

Next destination was Khai Island. Arahnya adalah arah kembali ke pelabuhan. Dari Phi-Phi ke Khai memakan waktu cukup lama, sepertinya lebih dari 45 menit, dan ombaknya lebih dasyat lagi dari waktu berangkat, kapalnya jadi seperti dibanting-banting, tapi seru, asli.

 

Sampai di Khai Island harus siapin uang untuk sewa bangku, 2 bangku + 1 umbrella seharga THB 150. Sebenarnya kami gak mao nyewa sih, tapi karena bingung mao taro barang di mana selama main, akhirnya sewa juga.

 View dari Khai Island ini juga cantik, langit biru, pasir putih, hanya saja ramai, ppadahal ini low season, apalagi high season ya.

 

Ada 1 bagian di mana banyak karang di tepi pantai dan banyak ikan-ikan di sana. Jadi kita bisa duduk sambil kasih makan atau lihat-lihat ikan, tapi awas, karangnya licin-licin.
 

Perjalanan kembali dari Khai Island ke Rassada Port hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Dari Rassada Port kami diantarkan kembali ke hotel dengan minibus seperti waktu berangkat. Dan ketika sampai di hotel barulah saya ngeh bahwa kulit ini cukup terbakar, karena langsung belang cukup akut! But a very great experience after all.

 *THB 1 ± IDR 300

Pieces of My Blog

review (333) food (322) seafood (99) Central Jakarta (87) chicken (80) rice (79) pork (76) noodle (67) South Jakarta (64) travel (64) beef (62) indonesian cuisine (62) japanese cuisine (62) West Jakarta (58) desserts (55) dessert (52) italian cuisine (51) cake (48) chinese cuisine (47) pasta (47) daily (43) Grand Indonesia (32) soup (32) american cuisine (30) North Jakarta (27) ice cream (27) korean cuisine (27) family (26) chit chat (25) PIK (21) salad (21) miscellaneous (20) thoughts (20) Central Park (19) burger (19) pizza (19) dim sum (18) steak (18) friends (16) japan (16) South Korea (15) kway teow (15) Plaza Indonesia (14) backpacker jepang (14) biaya ke jepang (14) duck (14) jalan-jalan jepang (14) japan trip (14) jepang (14) persiapan ke jepang (13) sushi (13) thai cuisine (13) indian cuisine (12) singapore cuisine (12) french cuisine (11) hotel (11) yogyakarta (11) Pacific Place (10) singapore (10) ramen (9) senopati (9) Seoul (8) all you can eat (8) chocolate (8) coffee shop (8) doodling (8) fine dining (8) kopitiam (8) tex-mex cuisine (8) Gandaria City (7) Puri Indah (7) Serpong (7) event (7) fashion (7) milk tea (7) Mal Puri Indah (6) Taman Anggrek (6) brunch (6) pastry (6) scbd (6) tea (6) thamrin (6) Hong Kong (5) Taman Ratu (5) backpacker korea (5) lamb (5) looklet (5) malaysia (5) mocktail (5) sashimi (5) thailand (5) travel korea (5) Kota Kasablanka (4) coffee (4) dutch cuisine (4) gapyeong (4) itinerary korea (4) malaysian cuisine (4) meatball (4) mexican cuisine (4) osaka (4) phuket (4) sandwich (4) snack (4) tokyo (4) vegetarian (4) Alam Sutera (3) Citywalk Sudirman (3) Jeju (3) Lotte Shopping Avenue (3) Mangga Besar (3) Muara Karang (3) Plaza Senayan (3) Senayan City (3) Setiabudi One (3) biaya korea (3) bsd (3) buffet (3) cocktail (3) curhat colongan (3) curry (3) fast food (3) jalan-jalan korea (3) kyoto (3) menteng (3) mobile apps (3) peranakan cuisine (3) porridge (3) prayers (3) spanish cuisine (3) sudirman (3) theme park (3) Gatot Subroto (2) Panglima Polim (2) Sabang (2) Taiwanese Cuisine (2) bsd city (2) busan (2) delivery (2) disneyland (2) feed (2) foie gras (2) fruit (2) german cuisine (2) green ville (2) idol (2) ismaya (2) jalan panjang (2) karawaci (2) martabak (2) mood (2) mushroom (2) music (2) petite france (2) photoraphy (2) ramadhan (2) rooftop (2) satay (2) shabu-shabu (2) sky dining (2) smoothies (2) supermarket (2) tangerang (2) tempura (2) the breeze (2) visit korea (2) wine (2) Bogor (1) Cisarua (1) FX (1) Femina (1) Femina FoodLovers (1) For Sale (1) Hajime Ramen House (1) Juanda (1) Kuningan (1) Kuningan City (1) Living World (1) MKG (1) Mal Ciputra (1) PX Pavilion (1) Pesanggrahan (1) Sentul (1) Slipi (1) Tangerang Selatan (1) Tebet Green (1) World Street Food Congress 2013 (1) aeon mall (1) airasia jepang (1) alcohol (1) art (1) asisten pribadi (1) backpacker ke korea (1) bakso (1) bandung (1) bangkok (1) bar (1) beach (1) belgian cuisine (1) best ramen Jakarta (1) bintaro (1) bread (1) breakfast (1) british cuisine (1) bubur ayam (1) buka puasa (1) cake shop (1) celebrity chef (1) cheap eats korea (1) chicken rice (1) christmas (1) citos (1) comfort food (1) cookies (1) croissant (1) de ritz building (1) disneysea (1) diy (1) doraemon (1) dotonbori (1) dream (1) emporium pluit (1) fish (1) food bazaar (1) food court (1) fujiko f. fujio (1) fusion (1) garden korea (1) gelato (1) gion (1) gotemba (1) gotemba premium outlet (1) gusung macan (1) gwangali (1) haeundae (1) high tea (1) home-made cuisine (1) hotdog (1) intiland tower (1) itinerary jepang (1) jepang mahal (1) jogja (1) juice (1) kawasaki (1) kebayoran (1) kelapa gading (1) kemang (1) kemayoran (1) kempinski (1) kepulauan seribu (1) kiyomizu dera (1) korail pass (1) kushiyaki (1) lighting festival (1) lippo mall kemang (1) lippo mall puri (1) makan apa di myeongdong (1) makan murah di korea (1) mal kelapa gading (1) mandarin oriental (1) membabibuta (1) middle eastern cuisine (1) midplaza (1) milkshake (1) moroccan cuisine (1) mutton (1) myeongdong (1) myeongdong food guide (1) nami island (1) nara (1) one belpark (1) pancake (1) pembuatan visa korea selatan (1) penang (1) pengajuan visa korea (1) persiapan jepang (1) persiapan ke korea (1) pho (1) pim (1) pondok indah (1) por que no (1) portugese cuisine (1) pulau balik layar (1) pulau bulat (1) pulau gosong (1) pulau harapan (1) pulau macan (1) pulau perak (1) radio dalam (1) ramen Jakarta (1) ramen PIK (1) recipe (1) restoran myeongdong (1) roxy (1) running man haha restaurant (1) sausage (1) sekapur sirih (1) sekosani (1) semanggi (1) seoul food guide (1) set menu (1) shinsaibashi suji (1) shopping (1) sogo (1) sop buntut (1) stea (1) steak ramen (1) street food (1) suki (1) sundanese food (1) sunday brunch (1) swiss cuisine (1) the garden of morning calm (1) tips (1) toast (1) tokyo disneyland (1) transportasi jepang (1) transportasi korea (1) turkey (1) turkish cuisine (1) tv (1) udon (1) umeda (1) universal studios (1) valentine (1) vegan (1) venison (1) vietnamese cuisine (1) visa jepang (1) visa korea ditolak (1) waffle (1) warisan kuliner (1) wedding venue (1) wolter monginsidi (1) yakiniku (1) yanaka ginza (1) yesboss (1)