Pages

Daily GRAM

26.4.13

Street Food ala Indonesia - Femina Foodlovers Blog Competition 2013


Street food merupakan makanan atau minuman yang dijajahkan di tempat umum, biasanya menggunakan tempat yang portable, misalnya seperti gerobak dan juga harganya lebih murah dibandingkan dengan makanan yang dijual di rumah makan. Mungkin istilah street food kalau diterjemahkan ke bahasa sehari-hari menjadi jajanan pinggir jalan. Kalau kita mebicarakan soal jajanan pinggir jalan, Indonesia boleh dibilang juara banget, mengapa demikian? Bayangkan, ada berapa suku dan bangsa di negara kita ini. Setiap suku, bangsa, dan daerah memilikki kekhasan kulinernya sendiri, dengan bahan, bumbu, serta cita rasa yang berbeda-beda sesuai dengan kekayaan alam serta tradisi di masing-masing daerah.

Saya sendiri lahir dan tumbuh besar di Jakarta, ibukota Indonesia. Walaupun Jakarta merupakan kota metropolitan yang sarat dengan kesan modern, tidak sulit menemukan jajanan pinggir jalan di berbagai belahan kota ini. Sebut saja di depan sekolah-sekolah, di belakang gedung perkantoran, di depan tempat ibadah, di taman-taman, juga di komplek perumahan, sangat mudah menemukan berbagai penjaja makanan yang menawarkan makanan khas Nusantara, mulai dari yang ringan seperti gorengan, kue putu, siomay, tahu gejrot, rujak, sampai yang bisa dijadikan pilihan makanan berat seperti sate, mie ayam, nasi goreng, dan lain sebagainya. Dari pagi hingga malam hari, penjaja makanan ini mewarnai sudut-sudut ibukota. Beberapa penjaja makanan hanya bisa ditemukan di waktu-waktu tertentu saja, entah pagi, siang, ataupun malam.


Sesungguhnya, saya kagum dengan para penjaja makanan pinggir jalan ini, setiap pagi saya berangkat kerja, saya melihat tukang bubur yang biasa berjualan dekat kantor saya mendorong gerobak buburnya, entah dari mana ke tempat berjualannya, mendorong gerobak yang saya yakin tidak ringan. Sayapun sering membaca artikel tentang para pedagang makanan kaki lima yang tidak enggan berjalan kaki atau bersepeda jarak jauh tempat tinggalnya menuju tempat berjualan, demi keuntungan yang tidak seberapa. Para penjaja makanan inilah yang selalu memuaskan kerinduan saya dan para pecinta kuliner. Mereka jugalah yang turut melestarikan kekayaan kuliner Nusantara.

Lain lidah, lain pula selera, saya sendiri merupakan orang yang menyukai makanan yang asih, gurih, serta renyah, oleh karena itu, saya sangat suka jajan gorengan. Sangat mudah menemukan tukang gorengan di Jakarta ini, menurut saya gorengan merupakan penganan favorit berbagai kalangan, rasanya enak, harganya murah, hanya saja tidak sehat. Bicara soal sehat, mungkin erat kaitannya dengan higienitas. Dari sudut pandang seorang warga ibukota, menurut saya higienitas merupakan salah satu poin minus dari jajanan pinggir jalan, terutama di Jakarta ini. Kebanyakan penjaja makanan pinggir jalan ini tidak memperhatikan higienitas, mulai dari menggunakan tangan yang sama untuk menerima uang dan menyajikan makanan, menggunakan air yang sama berulang-ulang untuk mencuci piring atau mangkok kotor, juga menggunakan minyak yang sudah berulang-ulang dipakai untuk menggoreng. Bahkan hal-hal ini yang terkadang membuat beberapa orang menghindari makanan-makanan ini, juga seringkali orang tua juga melarang anak-anaknya untuk membeli makanan-makanan ini karena faktor higienitas dan kesehatan. Saya sendiri menyiasati hal ini dengan mengatur intensitas saya mengkonsumsi makanan-makanan ini, walaupun sangat suka, namun seringkali saya menahan diri untuk menikmati gorengan kesukaan saya, saya memberi jatah pada diri saya sendiri beberapa minggu sekali saja untuk mengkonsumsinya, juga diimbangi dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.


Salah satu faktor yang membuat makanan pinggir jalan disukai selain karena rasanya yang enak dan nikmat adalah harga. Harga yang ditawarkan untuk mencicipi jajanan pinggir jalan ala Indonesia ini boleh terbilang murah, terlebih bila dibandingkan dengan harga jajanan pinggir jalan di negara lain. Mulai dari ratusan rupiah, kita dapat menikmati sepotong tahu atau pisang goreng. Dengan ribuan rupiah, kita dapat menikmati semangkuk bubur atau sepiring nasi goreng. Hanya saja, di beberapa daerah harga yang ditawarkan bisa jadi lebih mahal, mungkin dikarenakan pungli tempat, atau juga melihat pangsa pasar yang terdiri dari golongan ekonomi yang lebih tinggi. Bahkan terkadang harganya tidak masuk akal, tetapi tetap saja keinginan untuk menikmati makanan tersebut mengalahkan kekesalan mengeluarkan uang yang berlebih.

Faktor lain yang membuat masyarakat tidak bosan menikmati jajanan pinggir jalan ini adalah keragamannya. Mulai dari pagi hari, kita bisa menikmati bubur ayam, nasi uduk, atau ketupat sayur. Untuk makan siang, ada sate, bakso, berbagai jenis soto, gado-gado, dan lainnya. Untuk makan malam, kita dapat menikmati nasi goreng, sampai dengan martabak telor sebagai penganan dapat kita nikmati. Keragaman kuliner ini pula yang seringkali membuat rindu warga Indonesia yang tinggal di negara lain. Tak jarang teman-teman saya yang menetap di negara lain, begitu rindu akan jajanan dan makanan pinggir jalan ini, hingga rela melakukan berbagai usaha seperti mencoba membuat sendiri, sampai menempuh jarak jauh demi mengunjungi penjual makanan khas Indonesia di negara tersebut, walau tetap rasanya berbeda dengan yang di Indonesia karena keterbatasan bahan yang ada di sana. Kegiatan yang wajib pula ketika mereka kembali ke Indonesia adalah mengunjungi setiap tempat jajanan yang mereka rindukan. Sebegitunyalah jajanan pinggir jalan ini melekat di hati warga Indonesia.

Kalau bicara soal jajajan pinggir jalan, boleh dibilang saya bangga dan bersyukur tinggal di Indonesia yang memilikki keragaman kuliner yang luar biasa. Setelah mencicipi street food di beberapa negara lain, tetap menurut saya masih kalah dengan jajanan pinggir jalan khas Indonesia. Semoga para penjaja jajanan pinggir jalan ini akan terus ada dan maju, melestarikan kuliner Nusantara, dan memuaskan kerinduan para pecinta kuliner.

1 komentar:

  1. Delivery Needs and Foods, Mall at Your Door

    What is JinggaMall.com?

    JinggaMall.com is an online mall, aggregating delivery services from well-known food and daily needs retailers in Jakarta.

    BalasHapus

Pieces of My Blog

review (333) food (322) seafood (99) Central Jakarta (87) chicken (80) rice (79) pork (76) noodle (67) South Jakarta (64) travel (64) beef (62) indonesian cuisine (62) japanese cuisine (62) West Jakarta (58) desserts (55) dessert (52) italian cuisine (51) cake (48) chinese cuisine (47) pasta (47) daily (43) Grand Indonesia (32) soup (32) american cuisine (30) North Jakarta (27) ice cream (27) korean cuisine (27) family (26) chit chat (25) PIK (21) salad (21) miscellaneous (20) thoughts (20) Central Park (19) burger (19) pizza (19) dim sum (18) steak (18) friends (16) japan (16) South Korea (15) kway teow (15) Plaza Indonesia (14) backpacker jepang (14) biaya ke jepang (14) duck (14) jalan-jalan jepang (14) japan trip (14) jepang (14) persiapan ke jepang (13) sushi (13) thai cuisine (13) indian cuisine (12) singapore cuisine (12) french cuisine (11) hotel (11) yogyakarta (11) Pacific Place (10) singapore (10) ramen (9) senopati (9) Seoul (8) all you can eat (8) chocolate (8) coffee shop (8) doodling (8) fine dining (8) kopitiam (8) tex-mex cuisine (8) Gandaria City (7) Puri Indah (7) Serpong (7) event (7) fashion (7) milk tea (7) Mal Puri Indah (6) Taman Anggrek (6) brunch (6) pastry (6) scbd (6) tea (6) thamrin (6) Hong Kong (5) Taman Ratu (5) backpacker korea (5) lamb (5) looklet (5) malaysia (5) mocktail (5) sashimi (5) thailand (5) travel korea (5) Kota Kasablanka (4) coffee (4) dutch cuisine (4) gapyeong (4) itinerary korea (4) malaysian cuisine (4) meatball (4) mexican cuisine (4) osaka (4) phuket (4) sandwich (4) snack (4) tokyo (4) vegetarian (4) Alam Sutera (3) Citywalk Sudirman (3) Jeju (3) Lotte Shopping Avenue (3) Mangga Besar (3) Muara Karang (3) Plaza Senayan (3) Senayan City (3) Setiabudi One (3) biaya korea (3) bsd (3) buffet (3) cocktail (3) curhat colongan (3) curry (3) fast food (3) jalan-jalan korea (3) kyoto (3) menteng (3) mobile apps (3) peranakan cuisine (3) porridge (3) prayers (3) spanish cuisine (3) sudirman (3) theme park (3) Gatot Subroto (2) Panglima Polim (2) Sabang (2) Taiwanese Cuisine (2) bsd city (2) busan (2) delivery (2) disneyland (2) feed (2) foie gras (2) fruit (2) german cuisine (2) green ville (2) idol (2) ismaya (2) jalan panjang (2) karawaci (2) martabak (2) mood (2) mushroom (2) music (2) petite france (2) photoraphy (2) ramadhan (2) rooftop (2) satay (2) shabu-shabu (2) sky dining (2) smoothies (2) supermarket (2) tangerang (2) tempura (2) the breeze (2) visit korea (2) wine (2) Bogor (1) Cisarua (1) FX (1) Femina (1) Femina FoodLovers (1) For Sale (1) Hajime Ramen House (1) Juanda (1) Kuningan (1) Kuningan City (1) Living World (1) MKG (1) Mal Ciputra (1) PX Pavilion (1) Pesanggrahan (1) Sentul (1) Slipi (1) Tangerang Selatan (1) Tebet Green (1) World Street Food Congress 2013 (1) aeon mall (1) airasia jepang (1) alcohol (1) art (1) asisten pribadi (1) backpacker ke korea (1) bakso (1) bandung (1) bangkok (1) bar (1) beach (1) belgian cuisine (1) best ramen Jakarta (1) bintaro (1) bread (1) breakfast (1) british cuisine (1) bubur ayam (1) buka puasa (1) cake shop (1) celebrity chef (1) cheap eats korea (1) chicken rice (1) christmas (1) citos (1) comfort food (1) cookies (1) croissant (1) de ritz building (1) disneysea (1) diy (1) doraemon (1) dotonbori (1) dream (1) emporium pluit (1) fish (1) food bazaar (1) food court (1) fujiko f. fujio (1) fusion (1) garden korea (1) gelato (1) gion (1) gotemba (1) gotemba premium outlet (1) gusung macan (1) gwangali (1) haeundae (1) high tea (1) home-made cuisine (1) hotdog (1) intiland tower (1) itinerary jepang (1) jepang mahal (1) jogja (1) juice (1) kawasaki (1) kebayoran (1) kelapa gading (1) kemang (1) kemayoran (1) kempinski (1) kepulauan seribu (1) kiyomizu dera (1) korail pass (1) kushiyaki (1) lighting festival (1) lippo mall kemang (1) lippo mall puri (1) makan apa di myeongdong (1) makan murah di korea (1) mal kelapa gading (1) mandarin oriental (1) membabibuta (1) middle eastern cuisine (1) midplaza (1) milkshake (1) moroccan cuisine (1) mutton (1) myeongdong (1) myeongdong food guide (1) nami island (1) nara (1) one belpark (1) pancake (1) pembuatan visa korea selatan (1) penang (1) pengajuan visa korea (1) persiapan jepang (1) persiapan ke korea (1) pho (1) pim (1) pondok indah (1) por que no (1) portugese cuisine (1) pulau balik layar (1) pulau bulat (1) pulau gosong (1) pulau harapan (1) pulau macan (1) pulau perak (1) radio dalam (1) ramen Jakarta (1) ramen PIK (1) recipe (1) restoran myeongdong (1) roxy (1) running man haha restaurant (1) sausage (1) sekapur sirih (1) sekosani (1) semanggi (1) seoul food guide (1) set menu (1) shinsaibashi suji (1) shopping (1) sogo (1) sop buntut (1) stea (1) steak ramen (1) street food (1) suki (1) sundanese food (1) sunday brunch (1) swiss cuisine (1) the garden of morning calm (1) tips (1) toast (1) tokyo disneyland (1) transportasi jepang (1) transportasi korea (1) turkey (1) turkish cuisine (1) tv (1) udon (1) umeda (1) universal studios (1) valentine (1) vegan (1) venison (1) vietnamese cuisine (1) visa jepang (1) visa korea ditolak (1) waffle (1) warisan kuliner (1) wedding venue (1) wolter monginsidi (1) yakiniku (1) yanaka ginza (1) yesboss (1)